Postingan

Puisi Lagi Lah

Gambar
Tentang Kita Ketika itu kau tetap melangkah semakin jauh menghilang Membawa mata yang ragu akan perpisahan seperti masih ingin bicara Sungguh?? kita akan benar-benar menutup hari-hari yang indah itu Berhenti lah, aku mohon berhenti dan berbalik memelukku Tapi langkah mu semakin jauh tinggalkan harum tubuhmu Dalam diam tertahan merenung hayal di lembar langit Semakin redup senja itu mendengar teriakan hati yang pilu Teringat nada spesial untukmu “bisakah kau terbenam dihatiku” Selalu kunyanyikan penghantar tidurmu bidadari manisku Sesaat, kembali aku hilang diderunya ombak, memeluk pasir malam itu Andai bintang bisa bernyanyi, mungkin air mata akan terhibur. Malam sepi menghujam hati yang terhenti mencekam dan terisak Menunggu hujan pagi membangunkan ku dari mimpi buruk Hanya satu bayangan disetiap hayalku tersenyum menyapa Bisa kah kau merawatku lagi, disini masih setia bertahan luka Terlalu naïf sang pria penghayal mengkonsepkan kisah cinta Menung...

Belum Berujung

Gambar
Memang benarkah cinta itu kuat? Mampukah cinta meyakinkan agar cinta itu ada? Menciptakan cinta   dengan cinta yang   selalu menunggu ! Begitu kuat hingga sangat yakin sudah ketemu Dan ternyata pilu telah menusuk sanubari ku Setelah tersadar dengan cinta tidak membuahkan cinta. Bersedih,hanya karna keyakinan itu selalu di aminkan Berdosa ,ingin mengganti kenyataan yang ada Penantian yang masih senantiasa di uji, Berujung dimana kah ini,, Belantara jiwa masih kosong penuh teriakan hampa Selalu ku nyatakan tapi seperti biasa, bungkam Mungkin aku manusia satu-satunya yang masih percaya dan berharap Meskipun selalu gagal meraihnya , di ujung kelanjutan kisah berganti suasana Dan lalu, sejenak diri ku berpikir itu mustahil hanya hampa yang begitu kokoh Oh malang nya,, kesepian harus mencekam , membunuh keyakinan ini Malam yang gelap tak kan dapat melukis gelapnya hari-hari ku membawa lilin kecil Seakan semua hitam itu ingin memadamkan api kecil ...

Puisi Karena Sahabat

Gambar
20 Januari2015 Kegelisahan yang terjawab Dan ketika kicauan burung bernyanyi menyambut pagi Di ufuk timur berkas-berkas cahaya terang mulai menyinari Membangunkan ku dari semua mimpi-mimpi, basahi tubuh dan berlari Terajut asa akan esok hari dimasa depan yang tlah pasti, meski titik itu tersembunyi Ku temui banyak saudara sehati satu pemikiran, banyak lawan yang membangun kwalitas diri Semakin dewasa dunia yang kujalani, kadang kala ingin kembali seperti dulu lagi Seperti anak-anak yang riang berlari, menyanyi tanpa ada rasa takut akan masa depan Tanpa memikirkan negara yang sedang berkembang dan semua hal yang menentang jati diri. “Imagine” lagu seorang komunis sering ku nyanyikan di heningnya malam, Mencoba mengikuti pesan seorang pemimpi akan impian nya tentang dunia. Mungkin kah ?? Aku bertanya akan semua yang sedang kupikirkan saat ini, seperti pemimpi terdahulu Akhirnya ku putuskan melawan keterbatasan ku, menghabiskan waktu dan bersyukur ...