Puisi Lagi Lah
Tentang Kita
Ketika itu kau tetap melangkah semakin jauh
menghilang
Membawa mata yang ragu akan perpisahan seperti
masih ingin bicara
Sungguh?? kita akan benar-benar menutup
hari-hari yang indah itu
Berhenti lah, aku mohon berhenti dan berbalik
memelukku
Tapi langkah mu semakin jauh tinggalkan harum
tubuhmu
Dalam diam tertahan merenung hayal di lembar
langit
Semakin redup senja itu mendengar teriakan hati
yang pilu
Teringat nada spesial untukmu “bisakah kau terbenam
dihatiku”
Selalu kunyanyikan penghantar tidurmu bidadari
manisku
Sesaat, kembali aku hilang diderunya ombak,
memeluk pasir malam itu
Andai bintang bisa bernyanyi, mungkin air mata
akan terhibur.
Malam sepi menghujam hati yang terhenti
mencekam dan terisak
Menunggu hujan pagi membangunkan ku dari mimpi
buruk
Hanya satu bayangan disetiap hayalku tersenyum
menyapa
Bisa kah kau merawatku lagi, disini masih setia
bertahan luka
Terlalu naïf sang pria penghayal mengkonsepkan
kisah cinta
Menunggu kepastian masih bisakah tertawa
bersama
Karena kau telah mengukir kesan yang tak
mungkin terhapus.

Komentar
Posting Komentar